Jumat, 03 April 2015

PENGURUS MGMP MTS PROPINSI BANTEN



SUSUNAN PENGURUS
MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)
MADRASAH TSANAWIYAH TINGKAT PROVINSI BANTEN

PELINDUNG                                     : KABID PENMAD KEMENAG  PROVINSI BANTEN
PENASEHAT                                   : KASI KELEMBAGAAN & SISTEM INFORMASI 
                                                             BIDANG PEND. MADRASAH KEMENAG KANWIL 
                                                             PROVINSI BANTEN
PEMBINA                                          : KETUA MK2MTS PROVINSI BANTEN

KETUA                                                : ROHMAT HIDAYATULLAH, S.Pd, M.Si
  (MTsN Tiga Raksa Kab. Tangerang)
WAKIL KETUA                                 : BASARUDIN, S.Pd, MM.Pd (MTsN 2 Kota Serang)

SEKRETARIS                                  : ADE ZAENUDIN, MA (MTsN Benda Kota Tangerang)
WAKIL SEKRETARIS                     : Drs. AHMAD KHAERUN  (MTsN 1 Kota Tangerang)

BENDAHARA                                  : Drs. SAMSUL HADI, M.Pd (MTsN Sukamulya Kab. Tangerang)

KOORDINATOR WILAYAH :
1.       SERANG                              : SESIRIA ROFIANA, S.Pd (MTsN Bojonegara Kab. Serang)
2.       CILEGON                            : EDI SUDJARMANTO, S.Pd (MTsN 1 Cilegon)
3.       PANDEGLANG                 : YUNIANTO WAHYU WIDODO, S.Pd 
                                                    (MTsN Model Pandeglang 1)
4.       TANGERANG                    : ULIK WIDIANTORO, M.Pd
                                                    (MTsN Pamulang Kota Tangerang Selatan)
5.       LEBAK                                 : M. DEN WAHYU, S.Pd (MTsN Model Pasirsukarayat Lebak)


KOORDINATOR MATA PELAJARAN:

1.       AL-QURAN HADITS       : AHDI DZIKRI, S.Pd.I (MTsN Pasirbungur Lebak)
  SAPRUDIN, S.Ag (MTsN Pasirbungur Lebak)
2.       AKIDAH AKHLAK            : SARYANI, S.Ag, MM.Pd (MTsN Anyer)
  HERUROJI, S.Pd.I (MTs Muta’alimin Pandeglang)
3.       FIKIH                                    : JUHAERI, S.Ag (MTsN Model Padarincang Kab. Serang)
  JAENUDIN, S.Pd.I, MA (MTs Ponpes Turus Pandeglang)
4.       SKI                                         : AHMAD ROPIQI, S.Ag. (MTsN Cikeusal)
                                                      ACHMAD SAEFULLAH, S.Pd.I (MTsN Cipondoh) 
5.       BAHASA ARAB                 : IKHLAS, M.Ag (MTsN Pamulang Kota Tangerang Selatan)
  AHMAD FATULLAH, M.Pd.I (MTs Al Jauharotunnaqiyah Kab. Serang)
6.       PKN                                       : HANI FITRIYANI, S.Pd (MTsN Model Pandeglang 1)
  DINA ARIFIANI, S.Pd (MTs Al Hidayah Lebak)
7.       BAHASA INDONESIA    : CARSUDIN, S.Pd (MTsN 1 Kota Tangerang)
  FATULLAH WAZDI, M.Pd (MTs Al Khaeriyah Kota Serang)
8.       BAHASA INGGRIS           : YUNILAWATI, M.Pd (MTsN 1 Cilegon)
  Drs. ALI RAHMAN, M.Pd (MTs Nurul Bahri Kabupaten Serang)
9.       MATEMATIKA                 : Dra. EKA MUNAWAROH, M.Ed 
                                                   (MTsN Pamulang Kota Tangsel)
                                                    ROHANI, S.Pd (MTsN Pulomerak Kota Cilegon)
10.   IPA                                        : WIDIAWATI, MM (MTsN Model Pasirsukarayat Lebak)
  ADE FIRDAUS, M.Pd.I (MTs YANISBA Terpadu Kab. Serang)
11.   IPS                                         : FITRIAH, S.Pd (MTsN 2 Serang)
  DANA SAHRUDIN,S.Pd (MTs Manbaul Hikam Kota Serang)
12.   SENI BUDAYA                  : MUMUNG MULYATI, S.Pd (MTsN Model Pandeglang 1)
  MUHAMAD BASORI, S.Pd (MTsN Banjarsari)
13.   TIK                                        : DIDIN FITRIYADIN, S.Pd (MTsN Benda Kota Tangerang)
  ABDUL KHOIR, S.Kom (MTsN Cipondoh)
14.   PENJASORKES                 : SIBLI, S.Pd (MTsN Ciruas Kota Serang)
  Drs. ARIF SARIFUDIN (MTs Negeri Benda Kota Tangerang)
15.   BK                                          : Dra. IIS SA’ADIYAH (MTsN Cilegon)
                                                        LILI PARDEDE, M.Pd (MTs Syech Mubarok Kab. Tangerang)
DIVISI LITBANG                              : AHPUDIN, S.Ag, M.Pd (MTsN 1 Serang)
: DADAN MARDIANA, ST, M.Pd (MTs YABIKA 
  Kabupaten Tangerang)
: ADI AFRIYADI, M.Pd (MTsN Benda Kota Tangerang)


Hasil Audiensi dengan Kasi Kelembagaan Bapak H. Masyhudi, S.Ag, M.Pd Hari Senin Tanggal 6 April 2015:
1.       Kepengurusan agar mengakomodasi MTs swasta dan dimasukan untuk membantu Koordinator Mata Pelajaran (cukup satu anggota saja)
2.       Koordinator Mapel melalui Koordinator wilayah dipersilahkan untuk merekomendasikan guru MTs swasta (untuk Koordinator mapel yang belum ada anggotanya) disampaikan ke Ketua (Pak Rohmat) paling lambat hari Rabu tanggal 8 April 2015
3.       Penasehat adalah Kasi Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Kanwil Propinsi Banten
4.       Agenda selanjutnya menunggu turunnya SK kepengurusan
5.       Jika ada kesalahan penulisan nama atau tempat tugas harap segera konfirmasi

Kamis, 19 Maret 2015

" Tak usah kau kabarkan kepada Allah bahwa kau punya masalah yang besar, tapi kabarkanlah kepada masalah bahwa kau punya Allah Yang Maha Besar"

MEMBANGUN OPTIMISME GERAKAN REMAJA MASJID


A.     Iftitah
Di awal tahun 2015 ini kita dihebohkan dengan fenomena kejahatan begal yang sangat meresahkan warga, bahkan sudah beberapa orang warga Jakarta dan sekitarnya menjadi korban baik harta maupun nyawa. Berdasarkan informasi di media masa, para begal tersebut merupakan para remaja kurang lebih 20 tahunan. Bukan hanya fenomena begal saja, beberapa kejahatan lain juga didominasi oleh kaum muda atau remaja, misalnya tawuran, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya.
Secara psikologis, remaja memang berada pada satu situasi kritis, bahkan psikolog G. Stanley Hall mengatakan remaja adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”. Badai dan tekanan jiwa ini barangkali yang mendorong prilaku remaja untuk menunjukan eksistensi hidupnya. Mereka berada pada situasi ingin dilihat eksistensi atau keberadaannya oleh orang lain, predikat “hebat” menjadi sesuatu yang didambanya. Persoalannya adalah “kehebatan” yang mereka cari tidak selalu berwajah positif, ada banyak hal negatif yang secara subjektif mereka katakan sebagai sebuah“kehebatan”, seperti menjadi begal yang berhasil melumpuhkan korbannya, penenggak narkoba yang bisa petantang-petenteng layaknya jagoan dan lain sebagainya.
Seandainya pencarian predikat “hebat” ini di arahkan pada hal-hal yang positif maka kehebatan yang didapatnya tentu tidak hanya akan dirasakan dirinya sendiri, bahkan ada banyak orang lain yang akan merasakan manfaat dari kehebatannya tersebut. Kita tidak akan pernah lupa dengan gerakan pemuda yang melahirkan sumpah pemuda, bahkan melahirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 1998-pun demikian, gerakan mahasiswa melahirkan era reformasi yang merombak hampir seluruh tatanan politik dan pemerintahan, di dunia olah raga kita mengenal Evan Dimas dkk yang di usia remajanya menuai banyak pujian karena keberhasilannya di lapangan hijau, di dunia dakwah kita pun melihat semakin banyak ustadz-ustadz muda bermunculan di televisi. Kita pun tidak akan pernah lupa dengan sosok Mark Elliot Zuckerberg yang pada tahun 2004 mendirikan Facebook, saat itu dia berumur 20 tahun dan saat ini pendapatannya kurang lebih 11 trilyun perbulan. Begitu besar kekuatan pemuda, persoalannya adalah bagaimana mengarahkan potensi pemuda dalam meraih predikat “hebat” yang kehebatannya bernilai positif serta bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

B.     Gerakan remaja masjid sebagai sebuah harapan
Dalam konteks sosiologis, perkembangan remaja memang tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sekitarnya, dengan siapa dan di mana dia bersahabat. Dia yang bersahabat dengan penjahat paling tidak dia akan disebut sebagai anak buahnya. Celakanya, ternyata bukan hanya citranya saja yang terpengaruh, bahkan pola pikir, pola hidup dan mentalitasnya pun akan sangat terpengaruh.
Dalam hal ini kita bisa melihat begitu banyak bermunculan kelompok-kelompok remaja, ada yang berbasis kendaraan seperti kelompok motor, ada yang didasarkan atas kesamaan hoby seperti memelihara hewan dan lain sebagainya. Mereka berkoloni membentuk sebuah organisasi, termasuk di dalamnya organisasi kemasjidan yang sering dikenal dengan remaja masjid. Kelompok-kelompok organisasi bermisi positif ini tentu akan berpengaruh terhadap pola pikir dan pola hidup para remaja sehingga pada akhirnya dia bisa mengekspresikan jiwanya dan meraih predikat “hebat”nya secara positif juga.
Sebagai wahana eksistensi diri, organisasi remaja masjid mempunyai posisi yang teramat strategis. Ada beberapa alasan yang menegaskan kestrategisannya tersebut, diantaranya:

1.     Dahsyatnya kekuatan remaja.
Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, kaum muda memiliki kekuatan luar biasa, bahkan Presiden RI pertama Soekarno, pernah mengatakan dengan lantangnya: “beri aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”. Kalaulah kekuatan dahsyat ini diorientasikan untuk membangun sebuah peradaban melalui organisasi kepemudaan atau remaja masjid, maka sudah dapat dipastikan kekuatan tersebut akan menjelma menjadi kekuatan peradaban Islam yang baik pula, pola pikir dan pola hidupnya pun Insya Allah akan dibingkai dengan idelaisme kemasjidan.

2.     Dunia adalah ladang ibadah.
Seperti kita ketahui bahwa tugas kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini Allah tegaskan dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالاِنسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku
Ini berarti apapun kegiatan kita, harus senantiasa dijadikan sarana untuk mendapatkan keridhaannya. Dalam hal ini, tolak ukur eksistensi organisasi remaja masjid terletak pada program-programnya yang harus berorientasi keumatan, dan sebagai organisasi non-profit, para pengurusnya tidak mungkin berorientasi pada keuntungan materi namun pada keridhaan ilahi.

3.     Organisasi remaja masjid adalah organisasi plus
Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat, beliau bersabda:

لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاَ خِرَتِهِ وَلَا اَخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتَى يُصِيْبَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا فَاِنَّ الدُّنْيَا بَلَا غٌ اِلَى الْاَ خِرَةِ وَلَا تَكُوْنُوْا كَلًا عَلَى النَاسِ (رواه ابن عساكر عن انس)
Artinya: “Bukanlah orang yang baik di antara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain” (HR. Ibnu Asakir dari Anas).
Program-program yang bisa dikembangkan di organisasi remaja masjid sesungguhnya tidak hanya terpaku pada program-program yang bersifat religius saja, di dalamnya bisa dikembangkan pula program-program umum yang berbasis kreativitas, hoby, olah raga atau apapun itu dengan catatan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ke-Islaman, di sinilah keunikannya organisasi remaja masjid.

4.     Wahana Kreasi Positif
Dr. Howard Gardener, seorang ahli psikologi mengungkapkan ada delapan tipe kecerdasan yang bisa dimiliki manusia, yaitu: kecerdasan linguistik (bahasa), logik-matematik (logika), visual spasial (penglihatan gambar atau ruang), musikal, interpersonal (mengamati orang lain), intrapersonal (mengamati diri sendiri), kinestetik (gerak tubuh), dan naturalis (mengamati alam). Setiap orang mempunyai kecenderungan atau dominasi terhadap salah satu kecerdasan yang bisa jadi berbeda dengan yang lain. Bambang Pamungkas misalnya, dia mempunyai kecerdasan kinestetik yang luar biasa, sementara Ustad Maulana (penceramah muda yang terkenal dengan slogan “jama’ah oh jama’ah”) dia mempunyai dominasi kecerdasan linguistic, lalu dominasi kecerdasan apa yang kita miliki?
Setiap anggota organisasi remaja masjid pun demikian, masing-masing mempunyai dominasi kecerdasan yang berbeda, dan sebagai wadah pengikat remaja, idealnya organisasi remaja masjid mampu mewadahi keberagaman kecerdasan tersebut. Diantara mereka mungkin ada yang cerdas seninya, olah raganya, logikanya dan lain sebagainya. Jika itu semua dikembangkan di organisasi remaja masjid maka  bisa jadi komunitasnya tersebut akan menjadi rumah kedua yang sangat disenanginya.

5.     Setiap manusia adalah pemimpin
Sebagai sebuah organisasi, remaja masjid tentu harus memiliki struktur kepengurusan yang secara kontinyu harus melakukan regenerasi untuk menjamin keberlangsungan program-program selanjutnya. Dalam keberjalanannya akan terjadi interaksi dinamis diantara pengurus dan anggotanya. Untuk menyamakan persepsi dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang diharapkan, maka diperlukan pengelolaan organisasi yang baik, pada titik inilah jiwa leadership (kepemimpinan) diperlukan oleh pengurus dan anggota organisasi remaja masjid.
Di sinilah beruntungnya aktifis remaja masjid, selain berkiprah di dunia keumatan yang Insya Allah akan bernilai ibadah, diapun secara otomatis akan belajar keorganisasian, kepemimpinan, serta komunikasi efektif yang itu semua akan sangat bermanfaat dalam kehidupan selanjutnya. Ini pula lah fitrah manusia yang terlahir sebagai seorang pemimpin (khalifah) di muka bumi ini. Potensi dasar ini tentu harus terus dikembangkan karena pada akhirnya, sebagai apapun posisi kita, sudah pasti akan dimintai pertanggungjawaban nanti. Rasulullah SAW bersabda: setiap kamu adalah pemimpin, dan nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

6.     Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di hari Kiamat
Q.S. Al-Qoriah menggambarkan begitu dahsyatnya hari kiamat, seluruh makhluk akan dikumpulkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatan yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia. Di tengah kegentingan yang terjadi, Allah justru akan menaungi tujuh golongan dari hamba-hamba pilihan-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari ketika tidak ada tempat berteduh kecuali di bawah naungan-Nya: seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seorang lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berjumpa dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita bangsawan nan jelita namun ia mengelaknya dan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah kemudian ia merahasiakannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfaqkan oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki yang berzikir dalam kesunyian lantas berlinang air matanya”. (HR. Bukhari &Muslim)

C.      Ikhtitam
Kalaulah kita sepakat bahwa dunia ini adalah ladang untuk beribadah sekaligus tempat bersaing mendapatkan kebaikan, lalu pertanyaan besarnya adalah apa yang sudah kita perbuat?, mari kita sama-sama evaluasi diri dan kemudian memperbaiki serta meningkatkannya menjadi sesuatu yang lebih bermakna baik untuk diri kita, orang lain dan untuk agama kita ini. Kalau lah Nabi Muhammad SAW sudah menggambarkan ciri-ciri pribadi terbaik melalui sabdanya: “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia” maka manfaat apa yang bisa orang lain rasakan atas keberadaan kita di muka bumi ini, jangan-jangan justru sebaliknya, ketidak-adaan kita yang justru mereka harapkan, naudzubillahi min dzalik.
Untuk itu, mari kita sama-sama ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), salah satunya melalui organisasi remaja masjid.

Wallahu a’lam

Ade Zaenudin, MA (Kabid Kepemudaan DKM Masjid Nurul Iman Kalideres, Jakarta Barat)
Disampaikan pada diskusi kepemudaan yang dilaksanakan oleh Remaja Masjid Nurul Iman (REMANI) hari ahad tanggal 22 Maret 2015.

Senin, 05 Januari 2015

Kamis, 06 Desember 2012

Kejujuran Khatib Mukhtar

Oleh: Prof Yunahar Ilyas
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/12/04/meifuf-kejujuran-khatib-mukhtar
Namanya Mukhtar. Anak-anak tiap sore mengaji di taman pendidikan Alquran (TPQ) di samping masjid yang diasuh Mak Tan—panggilan akrabnya. Orang dewasa memanggilnya Angku Khatib, karena jabatan resminya di masjid sebagai khatib. Sekalipun khatib, tetapi Mukhtar jarang memberikan khutbah Jumat. Dia baru akan berkhutbah kalau khatib yang telah dijadwalkan berhalangan hadir. Jika berkhutbah, hampir bisa dipastikan, dia hanya membaca salah satu khutbah yang ada dalam buku kumpulan khutbah Jumat yang tersedia di masjid. Sehari-hari Mukhtar membuka warung di samping masjid. Macam-macam kebutuhan harian masyarakat dijual di warung itu. Sembako, alat tulis, dan macam-macam kue yang dititipkan kepadanya. Dari hasil warung itulah, Mukhtar menghidupi keluarganya, walau seadanya.  
Dua kali sepekan, Mukhtar mengayuh sepedanya sejauh enam kilometer pulang-pergi belanja keperluan warungnya ke kota. Sebelum waktu Zhuhur, dia sudah kembali untuk mempersiapkan diri mengumandangkan azan shalat lima waktu tepat waktu. Kalau imam yang bertugas berhalangan, ia yang memimpin shalat berjamaah. Selain itu, tugas lainnya yang dipercayakan kepadanya adalah menjadi kasir masjid. Setiap Jumat, sebelum khutbah dimulai akan diedarkan beberapa kotak (wakaf, yatim, dan infak), sesuai keinginan jamaah. Hasil infak lebih luwes penggunaannya untuk berbagai kebutuhan masjid. Sedangkan kotak wakaf dan yatim, digunakan sesuai peruntukannya. Bahkan, setiap ada pengajian (ceramah agama), tiga kotak infak itu juga akan beredar, lebih-lebih lagi selama Ramadhan. Kotak-kotak itu akan dibuka di depan jamaah, kemudian dihitung lalu diumumkan. Setelah diketahui jumlahnya oleh jamaah, barulah uang itu disimpannya. 
Dalam memegang amanah keuangan tersebut, ia dikenal sangat jujur. Uang kertas akan disusun dan diikat, sedangkan uang koin dimasukkan kantong plastik lalu disimpan dalam almari sendiri untuk kemudian digunakan sesuai keperluannya. Bila ada orang yang ingin menukar uang recehan, ia tak mau mengabulkannya. Menurutnya, uang itu adalah amanah yang harus dijaga apa adanya. Walaupun dijelaskan bahwa menukar uang recehan dengan uang besar tidak menyalahi aturan, bahkan lebih memudahkannya dalam menyimpan, tetap saja dia tidak peduli. Terkadang, banyak orang geleng-geleng kepala menyaksikan kepolosan dan kejujuran sang khatib ini. Tak jarang pula ada yang menertawakannya. Namun, ia tetap keukeuh memegang amanah itu. Begitulah tugas-tugas di masjid itu. 
Secara sukarela, Khatib Mukhtar menjalani dan mengemban tugasnya dengan tekun, disiplin, dan jujur. Anak-anak kecil yang biasa memanggilnya Mak Tan, kini sudah beranjak dewasa. Mereka telah menyelesaikan pendidikan. Ada yang merantau ke kota, bekerja di desa, dan di tempat lain. Tapi, Mak Tan tetap saja setia dengan warung kecilnya di samping masjid itu. Lima puluh tahun lebih, Khatib Mukhtar mendarmabaktikan hidupnya untuk tugas mulia itu. Sampai akhir hayat tahun lalu, Khatib Mukhtar tidak punya cacat sedikit pun dalam menjalankan amanah yang dibebankan di pundaknya. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya. Amien.

Kamis, 04 Oktober 2012

Belajar Ikhlas

Sumber : http://www.republika.co.id
Oleh: Muhbib Abdul Wahab

Ikhlas itu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri menjadi mukhlis (orang yang ikhlas). Dari segi bahasa, ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran, membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan. Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik, dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Ungkapan “semata-mata karena Allah SWT” setidaknya mengandung tiga dimensi penghambaan, yaitu niatnya benar karena Allah (shalih al-niyyat), sesuai tata caranya (shalih al-kaifiyyat), dan tujuannya untuk mencari rida Allah SWT (shalih al-ghayat), bukan karena mengharap pujian, sanjungan, apresiasi, dan balasan dari selain Allah SWT. Beribadah secara ikhlas merupakan dambaan setiap Mukmin yang saleh karena ikhlas mengantarkannya untuk benar-benar hanya menyembah atau beribadah kepada Allah SWT, tidak menyekutukan atau menuhankan selain- Nya. “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun” (QS An-Nisa’ [4]: 36). Jika ikhlas sudah menjadi karakter hati dalam beramal ibadah, niscaya keberagamaan kita menjadi lurus, benar, dan istiqamah (konsisten). (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Selain kunci diterima tidaknya amal ibadah kita oleh Allah SWT, ikhlas juga membuat “kinerja” kita bermakna dan tidak sia-sia. Kinerja yang bermakna adalah kinerja yang berangkat dari hati yang ikhlas. Menurut Imam Al-Ghazali, peringkat ikhlas itu ada tiga. Pertama, ikhlas awam yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya. Kedua, ikhlash khawas,ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan “sesuatu” dari-Nya. Ketiga, ikhlash khawas al-khawas adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang Mahasegala-galanya. Ikhlas merupakan komitmen ter ting gi yang seharusnya ditambatkan oleh setiap Mukmin dalam hatinya: sebuah komitmen tulus ikhlas yang sering dinyatakan dalam doa iftitah. (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam). (QS Al-An’am [6]: 162). Sifat dan perbuatan hati yang ikhlas itu merupakan perisai moral yang dapat menjauhkan diri dari godaan setan (Iblis). Menurut At-Thabari, hamba yang mukhlis adalah orang-orang Mukmin yang benar-benar tulus sepenuh hati dalam beribadah kepada Allah, sehingga hati yang murni dan benar-benar tulus itu menjadi tidak mempan dibujuk rayu dan diprovokasi setan. Ikhlas sejatinya juga merupakan “benteng pertahanan” mental spiritual Mukmin dari kebinasaan atau kesia-siaan dalam menjalani kehidupan. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berujar, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang meng isi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat

Kamis, 31 Mei 2012

Subhanallah, Inilah Rahasia Penciptaan Kucing

Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya. Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 ) Penglihatan malam kucing sangat kuat Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis. Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari. Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan. Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya. Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat: Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 ) Bola mata kucing lebih besar Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ; Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 ) Struktur mata kucing berbeda dengan manusia Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini. Apakah mata kucing sensitif pada gerakan Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu. Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak. Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya. Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ; Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 ) Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka. Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ; Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 ) Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ; Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 ) Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/05/29/m4ronx-subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing Dikutip dari Yahyaharun.com

Sabtu, 19 Mei 2012

Tujuh Indikator Kebahagiaan

Oleh: Ustaz Erick Yusuf
Sumber: Kolom Hikmah Republika Kamis, 17 Mei 2012

Ibnu Abbas RA adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dijuluki Turjumaanul Qur’an (ahli menerjemahkan Alquran). Dia sangat telaten menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Dia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW. Pada usia sembilan tahun Ibnu Abbas telah hafal Alquran dan telah menjadi imam di masjid.

Sejak kecil Ibnu Abbas sudah menunjukkan kecerdasan dan semangatnya menuntut ilmu. Beragam gelar diperolehnya. Seperti faqih al-ashr (ahli fikih di masanya), imam al-mufassirin (penghulu ahli tafsir), dan al-bahr (lautan ilmu).

Suatu hari, ia ditanya seorang tabiin (generasi sesudah para sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab ada tujuh indikator kebahagiaan dunia. Pertama, hati yang selalu bersyukur. Selalu menerima apa yang diberikan Allah SWT dengan ikhlas. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.” (QS al-Mu’minun [23]: 1).

Kedua, pasangan hidup yang saleh. Pasangan saleh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang saleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada keshalehan. Sebaliknya, istri yang shalehah akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suami dan anak-anaknya.

Ketiga, anak yang shaleh. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang anak Adam mati maka terputuslah seluruh amalnya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya." (HR Muslim).

Rasulullah SAW pernah menjawab pertanyaan seorang anak muda yang selalu menggendong ibunya yang uzur. “Ya Rasulullah, apakah aku termasuk berbakti pada orang tua?” Rasulullah SAW menjawab, “Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu anak shaleh, berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu.”

Keempat, lingkungan yang kondusif untuk iman kita. (QS at-Taubah [9]: 119). Rasulullah SAW juga mengajarkan agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasihati kita. Pentingnya bergaul dengan orang shaleh, dapat kembali membangkitkan semangat keimanan.

Kelima, harta yang halal. Dalam Islam kualitas harta adalah yang terpenting, bukan kuantitas harta. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam Bab Shadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus, namun sayang makanan, minuman, dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan.”

Keenam, semangat memahami agama. Semakin belajar, semakin cinta kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan menghidupkan hatinya.

Ketujuh, umur yang berkah. Semakin tua semakin shaleh, yang setiap detiknya diisi amal ibadah. Orang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, hari tuanya akan sibuk berangan-angan. Hatinya kecewa bila tidak mampu menikmati yang diangankannya. Orang yang mengisi umurnya dengan amal ibadah, semakin tua semakin rindu bertemu Allah SWT.

Kamis, 29 Maret 2012

KH. Saifudin Amsir ketika menjadi pembicara di TVRI tanggal 25 Maret 2012 menyampaikan sebuah kisah yang kurang lebih isinya sebagai berikut:
Dalam sebuah keterangan ada seorang dai yang menyampaikan ceramahnya dengan nada sesumbar, dia berkata: "silahkan tanyakan apapun kepada saya termasuk apa yang ada di Arasy". Pada saat itu justru yang bertanya adalah seorang anak kecil dengan pertanyaan sederhana namun menggelitik, " wahai sang dai, saya tidak akan bertanya apa yang ada di arasy, yang saya tanyakan apakah jenggot anda jumlahnya ganjil atau genap".
Sang dai yang biasanya bernada agak sombong justru tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, dan justru sang anak kecil tersebut yang menjawab pertanyaannya sendiri. " Wahai sang dai, bukankah Allah swt menciptakan makhluk berpasang-pasangan, ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan dan seterusnya, kalau begitu berarti jenggot anda juga jumlahnya genap".
Kisah ini menggambarkan bahwa manusia tidak layak sombong, seberapa tinggipun ilmu yang kita miliki.
Ilmu itu "apa yang kau tahu" bukan "apa yang kau mau"

Minggu, 22 Januari 2012

Inspirasi

" Tak usah kau kabarkan kepada Allah bahwa kau punya masalah yang besar, tapi kabarkanlah kepada masalah tersebut bahwa kau punya Allah Yang Maha Besar"

Jumat, 16 Desember 2011

Bung Karno, Pak Harto, Muammar Qaddafi, dan Ibadah Sosial

Oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA

Saat berkunjung ke Rusia pada tahun 1950-an, Presiden Soekarno menyaksikan hanya ada satu masjid yang diizinkan Pemerintah Uni Soviet untuk dipakai oleh umat Islam. Namun, atas upaya Bung Karno kepada Pemerintah Uni Soviet, umat Islam di negeri beruang putih itu bisa memiliki sebuah masjid lagi di St Petersburg, yang dikenal dengan masjid biru. Sejak saat itu, Bung Karno dianggap sebagai pahlawan bagi umat Islam.

Dalam konteks ini, Bung Karno telah menjalankan dua ibadah, yakni ibadah individual dan sosial. Ibadah individual telah terputus dengan wafatnya Bung karno. Tapi, ibadah sosial akan terus berlanjut, selama masjid itu dipakai umat Islam Rusia.


Pada pembangunan Masjid Istiqlal Jakarta, Bung Karno juga punya andil besar. Beliau berupaya mencarikan dana untuk pembangunan masjid tersebut. Mungkin, tanpa dukungan Bung Karno, baik secara moral maupun material, boleh jadi Masjid Istiqlal belum terwujud. Karena itu, selagi Masjid Istiqlal dipakai oleh umat Islam, selama itu pula Bung Karno akan mendapatkan pahala sebesar pahala umat Islam yang beribadah di Masjid Istiqlal. Masjid biru dan Masjid Istiqlal menjadi contoh ibadah sosial yang telah dilakukan oleh Bung Karno.

Seperti halnya Bung Karno, Pak Harto juga punya kontribusi bagi umat Islam. Sekadar contoh Pak Harto memprakarsai berdirinya ribuan masjid yang berada dalam naungan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Pak Harto juga turut andil atas pendirian Masjid At-Tin di Pondok Gede, Jakarta Timur. Selagi masid-masjid itu dipakai oleh umat Islam, selama itu pula Pak Harto akan tetap mendapatkan pahala sebesar pahala umat Islam yang menggunakan masjid-masjid tersebut.

Demikian pula dengan Muamar Qadafi, mantan pemimpin Libya. Muamar Qadafi turut membantu memberikan sumbangan dana untuk pembangunan sejumlah masjid di Indonesia. Di antaranya, masjid di Toronto, Kanada, dan Masjid Muammar Qadhafi di Sentul, Bogor. Selain itu, Qadafi juga telah mengirimkan dan menggaji sekitar 5.700 orang dai yang disebarkan ke berbagai penjuru dunia untuk menyampaikan dakwah Islam.

Selagi masjid-masjid itu digunakan oleh umat Islam dan murid-murid dari para dai yang dikirimkan itu untuk menjalankan ibadah, niscaya selama itu pula Qadafi akan tetap mendapatkan pahala sejumlah orang-orang yang beribadah itu kendati jasadnya sudah hancur dimakan tanah.

Dalam ibadah, jika ibadah sosial dan individual sama-sama hukumnya sunah, Rasulullah SAW akan memprioritaskan ibadah sosial. Karena ibadah sosial merupakan ibadah yang pahalanya jauh lebih besar dan berkelanjutan bahkan hingga hari kiamat, dibandingkan dengan ibadah individual yang manfaatnya hanya sementara. Sebuah kaidah fikih menyebutkan; "Ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual."

Karena itu, tidak mustahil ibadah-ibadah sosial yang dilakukan ketiga pemimpin itu akan mengantarkan mereka ke dalam surga. Kendati, mereka punya kesalahan di masa silam. Ini berbeda dengan mayoritas kita yang saat ini lebih banyak mementingkan ibadah individual ketimbang ibadah sosial.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/12/15/lw81by-bung-karno-pak-harto-muammar-qaddafi-dan-ibadah-sosial

Menemui Allah

Oleh Ustaz Hasan Basri Tanjung
Sumber: Kolom Hikmah Republika
Jumat, 16 Desember 2011

Bahasan ini sebenarnya telah masuk ranah tasawuf dan hanya bisa dijelaskan dengan baik oleh ahli tasawuf (sufi) yang mencapai maqam (tingkatan spiritual) mahabbah (cinta Allah) dan makrifah (mengenal Allah). Salah satu jalan untuk menemui Allah SWT adalah mengunjungi Rumah-Nya, Baitullah.

Dalam sebuah hadis Qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu (ra) yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung akan berfirman pada Hari Kiamat, 'Wahai putra-putri Adam (Ibnu Adam), Aku sakit, tetapi mengapa engkau tak mengunjungi-Ku? Ibnu Adam bertanya, 'Yaa Rabb, bagaimana aku mengunjungi-Mu sedang Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?' Allah berfirman, 'Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, sekiranya engkau menjenguknya, niscaya engkau akan menemukan Aku di sana'."

"Wahai putra-putri Adam, Aku minta makanan kepadamu, tapi mengapa engkau tidak memberi-Ku makan?" Ibnu Adam pun bertanya, "Ya Rabb, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedang engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?" Allah berfirman, "Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku si Fulan telah meminta makanan kepadamu, mengapa engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau tahu, seandainya engkau memberinya makan, niscaya engkau akan mendapatkan itu (ganjarannya) di sisiku?"

Jika kita simak hadis di atas, pesan pertama sebagai jalan menemui Allah adalah membesuk orang sakit. Boleh jadi, karena orang sakit sedang berada di persimpangan jalan, yakni antara hidup dan mati. Seorang yang sakit keras atau kritis, sedemikian dekat kepada Allah. Sejatinya, ia berhak atas Muslim yang lain untuk dijenguk dan wajib bagi seorang Muslim untuk menjeguknya (HR Muslim).

Mengunjungi orang sakit tidak sekadar lepasnya kewajiban, tapi justru dapat mengeratkan persaudaraan dan keharmonisan sosial. Doa yang dipanjatkan dan kegembiraan hatinya bisa mempercepat kesembuhan. Jika kita ingin menemui Allah, maka kunjungilah orang-orang sakit yang bersandar dan bergantung penuh hanya kepada Allah SWT.

Pesan kedua dari hadis di atas adalah memberi makan dan minum untuk kaum dhuafa. Mereka adalah orang yang dikasih dan sengaja dihadirkan Allah untuk menguji keimanan dan komitmen sosial kita dalam upaya berjumpa dengan Allah SWT.

Konon, Nabi Musa AS pernah bertanya kepada Allah, di mana ia bisa menemui-Nya. Allah menjawab, "Temuilah Aku di tengah orang yang hancur hatinya." Karena itulah, Allah SWT menyuruh kita untuk memberi makan orang yatim, miskin, dan yang tertawan hidupnya, bahkan dinilai sebagai pendusta agama jika tidak menyantuni mereka. (QS 2:177,90:14-16,93:9-10,107:3).

Demikianlah Islam mengajarkan ibadah yang sebenarnya, yakni ibadah yang berdimensi individual dan sosial sekaligus. "Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah agar menjadi kaya. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah agar bertambah sukses." Wallahu a'lam bish-shawab.