Dikisahkan ada seorang pemuda tampan berprofesi sebagai
pedagang keliling.Ketampanannya begitu menarik perhatian para wanita, sampai
satu saat ada seorang wanita menjebaknya.
Wahai pemuda, datanglah kemari, masuklah ke rumahku, aku
ingin membeli barang daganganmu. Kata sang wanita.
Ketika pemuda tersebut masuk rumah, seketika itu pula
pintunya dikunci.
Wanita itu kemudian mengerahkan rayuan mautnya, dengan
harapan sang pemuda jatuh dipelukannya.
Pemuda itu bingung, bagaimana agar terhindar dari jebakan
tersebut?
Sang Pemuda berkata, baiklah kalau memang itu keinginanmu,
berikan kesempatan aku untuk mandi terlebih dahulu biar wangi.
Ketika di kamar mandi, dia melumuri badannya dengan
kotorannya sendiri. Keluarlah pemuda tersebut dari kamar mandi, dan berkata,
wahai wanita, ayo saya sudah siap. Melihat badan berlumur kotoran, wanita
tersebut merasa jijik, muntah lalu kemudian mengusirnya.
Singkat cerita pemuda tersebut membersihkan badannya
kembali, dan ajaibnya setelah itu badannya malah wangi sewangi minyak misik. Subhanalloh.
Siapa yang tidak kenal Muhammad
Ali, petinju legendaris kelas dunia asal Amerika Serikat.
Dalam sebuah wawancara, Muhammad
Ali mendapatkan pertanyaan, Apakah Anda punya bodyguard? Dengan ekspresi
serius (agakgimanaa gituh) dan seolah jarinya menghitung satu…
dua… tiga… (pura-pura menghitung), lalu tersenyum dan membuka
matanya.
Muhammad Ali menjawab.
Saya punya
satu bodyguard.
DIA tidak punya mata, tapi DIA melihat.
DIA tidak
punya telinga, tapi DIA mendengar.
DIA ingat
semua hal dengan ingatan yang kuat.
Kalau DIA
ingin sesuatu, DIA tinggal menciptakannya dan langsung jadi.
Pengikutnya
patuh dan DIA tahu apa yang orang bicarakan.
DIA tahu
semua rahasia bahkan yang ada di dalam benak.
Siapa DIA?
DIA adalah ALLAH.
DIA adalah
bodyguard saya
DIA adalah
bodyguard Anda
Jawaban yang luar biasa cerdas
dan “bergizi tinggi”.
Seperti kita ketahui, salah satu asma’ul
husna adalah Al-Mu'min, Allah Maha Memberi Rasa Aman. Allah adalah bodyguard
kita semua.
Kalau presiden, artis, pejabat,
atau orang kaya punya bodyguard, maka bodyguard mereka adalah bodyguard
biasa saja. Mereka masih sebatas manusia, bekerja atas dasar pamrih, atas dasar
gaji dan bekerja sesuai perintah sang majikan.
Allah bukan bodyguard
biasa, tidak bekerja atas dasar perintah, bukan pula karena pamrih ataupun
gaji.
Persoalannya adalah berapa banyak
manusia yang memiliki keyakinan (keimanan) yang tinggi bahwa Allah benar-benar
melindungi kita, seperti keyakinan Muhammad Ali yang begitu mantap. Tidak
sedikit manusia yang lebih percaya pada manusia lagi, bukan pada Sang Pembuat
manusia. Keyakian yang semu.
Manusia sering kali lebih
mengedepankan logika dan apa yang terlihat mata, dibanding keimanan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
Pernahkah terpikir oleh kita?
Betapa Allah melindungi sel-sel
otak kita yang sangat rentan dengan batok tengkorak yang begitu keras.
Allah lindungi jantung kita
dengan deretan tulang rusuk yang begitu sempurna.
Allah tumbuhkan bulu mata untuk
menjaga dari debu yang beterbangan.
Allah tumbuhkan bulu hidung untuk
menjaga sirkulasi udara yang masuk ke hidung dan paru-paru.
Siapa yang menjaga agar darah
tidak keluar dari berbagai lubang, padahal ada banyak lubang dalam
diri manusia, berapa juta lubang pori-pori yang biasa mengeluarkan keringat.
Siapa yang menjaga agar kotoran
atau air kencing tidak keluar mengucur begitu saja dari tempat pembuangan
padahal tak berpintu dan tak dikunci.
Subhanalloh, itu baru yang nampak dan sangat
dekat dari diri kita, belum sampai kondisi peredaran alam semesta yang begitu
teratur dan tertata.
Kata "pahlawan" di bulan
Nopember tahun ini terasa begitu spesial bagi saya, karena setidaknya ada 3
momentum yang secara bersamaan berkumpul dan memiliki relevansi terkait
"pahlawan" di bulan ini. Pertama peringatan hari pahlawan itu sendiri
yang jatuh di tanggal 10, kemudian 25 Nopember-nya diperingati hari guru, hari
dimana para pahlawan pemberantas kebodohan dirayakan, dan yang sangat spesial
bagi saya adalah bertepatan dengan hadirnya bulan Rabiul Awal, bulan dimana
penghulunya para pahlawan dilahirkan, beliau adalah Nabi Muhammad SAW, yang
melahirkan jutaan pahlawan, yang kepahlawanannya menginspirasi setiap orang
untuk senantiasa berjiwa pahlawan.
Kekaguman terhadap baginda Rasul
tentu bukan tanpa alasan, bukan pula karena keterpaksaan, apalagi hanya sekedar
ikut-ikutan. Perangainya seolah menjadi oase di tengah keringnya sungai
peradaban, yang mampu mengalirkan buih-buih cinta yang kian membuncah
menghantam menjadi ombak kerinduan yang begitu mendalam, menghanyutkan
baju-baju kesombongan, kepongahan, dan nafsu kebinatangan.
Kita mengenal treadmill
sebagai alat olah raga yang digunakan untuk berjalan atau berlari di tempat
yang sama, sebagai alat olah raga, treadmill tentu sangat bermanfaat
karena dengan ruang yang terbatas kita dapat melakukan olah raga secara
optimal.
Mari kita coba hubungkan treadmill
ini dengan kehidupan sehari-hari, diantara kita ada yang sibuk dengan rutinitas
hidup yang statis, adapula yang dinamis. Rutinitas statis yang saya maksud
adalah rutinitas dengan pola yang relatif sama dengan hari-hari berikutnya, perbedaannya
tidak terlalu signifikan, cenderung “begitu-begitu” saja, inilah yang saya
maksud dengan jebakan Treadmill. Untuk keluar dari jebakan Treadmill
tersebut dibutuhkan kesungguhan untuk berinovasi, mencoba melakukan sesuatu
yang baru, merubah hal sederhana menjadi lebih berwarna dan penuh makna, inilah
yang saya maksud dengan pola hidup dinamis.
Mari kita belajar dari “tahu bulat”,
makanan khas Indonesia yang lagi trend saat ini. Dulu kita mengenal tahu dengan
bentuk yang statis, dimanapun bentuknya kotak, muncullah ide untuk membuat tahu
dengan bentuk bulat, yang tadinya selalu lembek, saat ini ada yang dikemas
dengan bentuk kripik, dan yang lebih menarik, tahu bulat ini sekarang dijual
dengan cara yang baru, berkeliling menggunakan kendaraan dengan alunan suara
yang khas.
Di dunia pendidikan, kitapun
tidak luput dari jebakan treadmill ini, kegiatan guru yang cenderung “begitu-begitu”
saja, sebagian dari mereka mungkin ada yang berdalih bahwa tugas guru memang
begitu-begitu saja, buat RPP, masuk kelas, ngajar, pulang. Untuk hal ini kita
bisa belajar dari guru di sekitar kita, diantara mereka ada yang memanfaatkan jeda
waktu mengajarnya untuk menulis buku, membuat aplikasi pembelajaran dan lain
sebagainya. Saya rasa muridpun seperti itu, ada diantara mereka yang tidak puas
dengan pembelajaran yang begitu-begitu saja, cenderung dengan hal-hal yang
baru, bahkan boleh jadi ada diantara mereka yang merasa tidak puas dengan
materi yang disajikan dalam Kurikulum, kasihan rasanya kalau ada murid yang
punya potensi besar untuk lebih berkembang dari yang dia miliki saat ini hanya karena
gurunya terkena jebakan Treadmill.
Semoga kita diberikan kekuatan
oleh Allah SWT untuk terus melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Amin.
Rutinitas kerja harian dengan pola dan sistem yang sama setiap hari ternyata tidak serta merta diawali dengan rasa yang sama, terkadang diawali dengan perasaan lega, boleh jadi sebaliknya, diliputi dengan ketidakpuasan terhadap diri sendiri, faktornya tentu beragam. Ambil contoh, di sekolah yang memberlakukan sistem presensi (kehadiran) finger print pukul 07.00 dengan batas toleransi 07.30 untuk keadaan darurat, atau bahasa saya Injury Time.
Bagi mereka yang membiasakan diri datang sebelum masa Injury Time, akan merasakan ketidakpuasan diri ketika finger print pukul 07.01, “perasaan indah” ini tentu tidak akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa datang di masa Injury Time. Dari sini kita bisa menilai diri, sikap mental apa yang dimiliki.
Hal inipun bisa kita lihat pada siswa, ada yang terbiasa datang di masa Injury Time, senang mengerjakan tugas di masa Injury Time, dan lain sebagainya. Inilah yang saya maksud dengan mentalitas Injury Time. Mentalitas ini akan menjadi masalah besar jika nanti menjadi sebuah karakter.
Semoga saja kita terhindar dari mentalitas Injury Time. Amin
Oleh: Prof Yunahar Ilyas
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/12/04/meifuf-kejujuran-khatib-mukhtar
Namanya Mukhtar. Anak-anak tiap sore mengaji di taman pendidikan Alquran (TPQ) di samping masjid yang diasuh Mak Tan—panggilan akrabnya. Orang dewasa memanggilnya Angku Khatib, karena jabatan resminya di masjid sebagai khatib.
Sekalipun khatib, tetapi Mukhtar jarang memberikan khutbah Jumat. Dia baru akan berkhutbah kalau khatib yang telah dijadwalkan berhalangan hadir. Jika berkhutbah, hampir bisa dipastikan, dia hanya membaca salah satu khutbah yang ada dalam buku kumpulan khutbah Jumat yang tersedia di masjid.
Sehari-hari Mukhtar membuka warung di samping masjid. Macam-macam kebutuhan harian masyarakat dijual di warung itu. Sembako, alat tulis, dan macam-macam kue yang dititipkan kepadanya. Dari hasil warung itulah, Mukhtar menghidupi keluarganya, walau seadanya.
Dua kali sepekan, Mukhtar mengayuh sepedanya sejauh enam kilometer pulang-pergi belanja keperluan warungnya ke kota. Sebelum waktu Zhuhur, dia sudah kembali untuk mempersiapkan diri mengumandangkan azan shalat lima waktu tepat waktu. Kalau imam yang bertugas berhalangan, ia yang memimpin shalat berjamaah.
Selain itu, tugas lainnya yang dipercayakan kepadanya adalah menjadi kasir masjid. Setiap Jumat, sebelum khutbah dimulai akan diedarkan beberapa kotak (wakaf, yatim, dan infak), sesuai keinginan jamaah. Hasil infak lebih luwes penggunaannya untuk berbagai kebutuhan masjid. Sedangkan kotak wakaf dan yatim, digunakan sesuai peruntukannya.
Bahkan, setiap ada pengajian (ceramah agama), tiga kotak infak itu juga akan beredar, lebih-lebih lagi selama Ramadhan. Kotak-kotak itu akan dibuka di depan jamaah, kemudian dihitung lalu diumumkan. Setelah diketahui jumlahnya oleh jamaah, barulah uang itu disimpannya. Dalam memegang amanah keuangan tersebut, ia dikenal sangat jujur. Uang kertas akan disusun dan diikat, sedangkan uang koin dimasukkan kantong plastik lalu disimpan dalam almari sendiri untuk kemudian digunakan sesuai keperluannya.
Bila ada orang yang ingin menukar uang recehan, ia tak mau mengabulkannya. Menurutnya, uang itu adalah amanah yang harus dijaga apa adanya. Walaupun dijelaskan bahwa menukar uang recehan dengan uang besar tidak menyalahi aturan, bahkan lebih memudahkannya dalam menyimpan, tetap saja dia tidak peduli.
Terkadang, banyak orang geleng-geleng kepala menyaksikan kepolosan dan kejujuran sang khatib ini. Tak jarang pula ada yang menertawakannya. Namun, ia tetap keukeuh memegang amanah itu.
Begitulah tugas-tugas di masjid itu. Secara sukarela, Khatib Mukhtar menjalani dan mengemban tugasnya dengan tekun, disiplin, dan jujur.
Anak-anak kecil yang biasa memanggilnya Mak Tan, kini sudah beranjak dewasa. Mereka telah menyelesaikan pendidikan. Ada yang merantau ke kota, bekerja di desa, dan di tempat lain. Tapi, Mak Tan tetap saja setia dengan warung kecilnya di samping masjid itu.
Lima puluh tahun lebih, Khatib Mukhtar mendarmabaktikan hidupnya untuk tugas mulia itu. Sampai akhir hayat tahun lalu, Khatib Mukhtar tidak punya cacat sedikit pun dalam menjalankan amanah yang dibebankan di pundaknya. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya. Amien.
Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya.
Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )
Penglihatan malam kucing sangat kuat
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.
Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari.
Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan.
Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.
Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat:
Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 )
Bola mata kucing lebih besar
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;
Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )
Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.
Apakah mata kucing sensitif pada gerakan
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.
Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.
Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.
Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;
Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )
Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka.
Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;
Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )
Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;
Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 )
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/05/29/m4ronx-subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing
Dikutip dari Yahyaharun.com
Akhir-akhir ini, dunia digemparkan dengan isu kiamat tahun 2012, hal ini dipicu oleh ramalan Suku Maya yang menyatakan bahwa pada tahun tersebut akan terjadi kehancuran pada tahun tersebut. Hal ini tentunya membuat “parno” (paranoid = rasa takut berlebih) bagi sebagian orang yang termakan isu tersebut, apalagi isu tersebut kemudian divisualisasikan dalam sebuah film dan diterbitkan dalam sejumlah buku.
Awal prediksi kiamat tersebut bermula dari klaim bahwa Nibiru, planet yang diduga ditemukan bangsa Sumeria tengah melaju menuju bumi. Bencana awalnya diprediksi datang pada Mei 2003. Namun karena tidak ada yang terjadi pada hari yang ditentukan itu, prediksi kiamat beralih ke Desember 2012.
Kemudian dihubungkanlah dengan kisah berakhirnya sistem penanggalan suku Maya kuno pada musim dingin 2012 dan diprediksi tanggal kiamat jatuh pada 21 Desember 2012. Tapi benarkah ada planet bernama Nibiru atau Planet X atau Eris yang sedang mendekati Bumi dan mengancam planet kita dengan kerusakan luas?
Pandangan NASA terhadap Kiamat 2012
Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA) sebuah lembaga yang bertanggung jawab atas program angkasa, Planet Nibiru dan kisah lainnya mengenai planet yang tengah menuju bumi hanyalah hoax internet (tipuan internet),jadi klaim tersebut tidak berdasar. NASA juga menyatakan jika Nibiru atau planet lain memang ada dan tengah atau akan menuju bumi, maka para astronom pasti sudah mengetahuinya setidaknya pada satu dekade terakhir. Dan planet itu harusnya bisa terlihat dengan mata telanjang saat ini, dan jelas sekali saat ini hal tersebut tidak nyata. Sedangkan Eris meski nyata adanya, namun itu merupakan planet kecil mirip dengan Pluto yang akan tetap berada jauh dari bumi. Jarak terdekat dengan bumi yang mungkin adalah sekitar 4 miliar mil.
Banyak pula yang menanyakan tentang teori pergeseran kutub. Mungkinkah itu terjadi? Menurut NASA, pergeseran rotasi bumi mustahil terjadi. Memang ada pergerakan lamban benua-benua (misalnya Antartika yang dekat dengan ekuator ratusan juta tahun silam), namun ini tidak relevan dengan klaim pergeseran kutub.
Lantas apakah bumi terancam ditabrak oleh meteor pada 2012? Menurut NASA, bumi memang akan selalu bisa mengalami tubrukan dengan komet dan asteroid, meskipun tabrakan besar sangat jarang terjadi. Tabrakan besar terakhir adalah 65 juta tahun lampau, dan itu menyebabkan musnahnya dinosaurus. Kini para astronom NASA sedang melakukan survei yang disebut Space Guard Survey (Survey Penjaga Ruang) untuk menemukan ada tidaknya asteroid-asteroid besar dekat bumi sebelum menabrak bumi. “Kami telah memastikan bahwa tak ada ancaman asteroid sebesar asteroid yang memusnahkan dinosaurus, dan anda bisa melihat sendiri tak ada yang diprediksi akan menabrak Bumi pada tahun 2012,” tandas NASA.
Pandangan Al-Qur’an dan Sains tentang Kiamat
Sebagai orang yang beriman, kita wajib mempercayai akan datangnya hari akhir (kiamat) karena hal tersebut merupakan salah satu rukun iman. Hal ini didasarkan pada firman Allah swt dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 4: “Dan mereka yang beriman kepada Kitab yang diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya hari akhir”.
Ayat-ayat lain dalam Alquran yang menjelaskan kedahsyatan kiamat diantaranya, "Dan ketika lautan dijadikan meluap (Q.S. Al-Infithar: 3), dan bumi mengeluarkan beban-benar beratnya (Q.S. Al-Zalzalah: 2) dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong (Q.S. Al-Insyiqaq: 4), dan gunung-gunung berjalan dengan cepat".
Untuk memahami ayat-ayat tersebut kita kita coba kaitkan dengan pelajaran fisika tentang gaya tarik-menarik antarmaterial yang sama yakni kohesi dan gaya tarik-menarik antarmaterial yang berbeda atau adhesi. Tanah misalnya tidak mau bergabung dengan batu, batu tidak mau diikat lempung, pasir tidak mau memegang kapur (gamping), tanah tidak mengikat lagi akar pohon-pohonan, lumpur dan pasir tidak lagi menahan air, dan seterusnya. Akibatnya tidak satu pun benda di muka bumi ini yang dapat berdiri tegak diam di tempatnya, semua tercerabut, bergoyang, dan bergerak tanpa arah yang jelas. Semua terjadi karena tidak adanya gaya tarik-menarik antarmaterial yang berbeda.
Dan, ketika semua itu terjadi setiap makhluk termasuk manusia akan menjadi sangat panik. Kepanikan ini digambarkan dalam Alquran: "Pada hari kamu mengalami keguncangan itu, lupalah semua wanita yang menyusui pada anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras (Q.S. Al-Hajj: 2), dan ketika unta-unta yang bunting ditinggalkan (Q.S. At-Takqir: 4), dan ketika binatang-binatang liar berkumpul (Q.S. At-Takwir: 5), dan tidak ada seorang pun teman akrab menanyakan temannya (Q.S. Al-Ma`aaru: 10)". Ini adalah gambaran kepanikan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, setiap makhluk sibuk mengurusi dirinya sendiri, suatu kepanikan yang melebihi dahsyatnya gempa dan tsunami.
Selanjutnya Allah SWT menjelaskan: "Dan ketika bintang-bintang berjatuhan (Q.S. At-Takwir: 2) dan ketika bintang-bintang jatuh berserakan (Q.S. Al-Infithar: 2), dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (Q.S. Al-Qaari`ah: 5), pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan jadilah gunung-gunung tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan (Q.S Al-Muzzammil: 14)". Ayat-ayat ini sulit dibayangkan, tetapi dapat dimengerti sebagai hilangnya gaya tarik-menarik antarmaterial yang berbeda dalam ukuran besar yakni hilangnya gaya gravitasi.
Hilangnya gaya gravitasi akan menyebabkan semua benda langit, termasuk bumi bergerak bebas tanpa arah yang jelas, bahkan mungkin saling berbenturan. Lebih dari itu bintang-bintang yang juga adalah matahari mungkin meledak dan hancur akibat berbenturan dengan benda langit lain. Dan salah satu bintang yang meledak itu mungkin saja adalah matahari pada tata surya kita sehingga langit menjadi merah dan menyilaukan, seperti yang dinyatakan Alquran, "Maka ketika langit terbelah dan menjadi merah seperti mawar dan kilauan minyak" (Q.S Ar-Rahman: 37)".
Adanya bintang yang meledak dan menjadi gumpalan-gumpalan warna merah bersusun-susun hingga menyerupai mawar pernah direkam oleh teleskop Hubble,sebuah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi.
Kehancuran paling dahsyat terjadi ketika gaya kohesi yakni gaya tarik-menarik antarmaterial yang sama hilang, yang dalam Alquran oleh Allah SWT dijelaskan dengan ayat-ayat seperti, "Dan ketika gunung-gunung dihancurkan (Q.S. At-Takwir: 3), dan ketika gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu (Q.S. Al-Mursalat: 10; Q.S. Al-Waqi`ah: 6)". Jika gunung yang begitu besar, kuat, kokoh bisa menjadi debu yang beterbangan, mungkinkah pada saat itu ada makhluk di muka bumi yang dapat bertahan hidup. Bahkan mungkin, semua benda langit pun hancur karenanya tanpa harus meledak sehingga ketika hal ini terjadi, sempurnalah kemusnahan alam semesta dan bumi termasuk semua makhluk yang tinggal di atasnya.
Ikhtitam
Berdasarkan ayat-ayat yang di atas, Allah SWT menegaskan bahwa hari kiamat pasti terjadi, tapi tidak satu ayat pun menjelaskan kapan kiamat itu akan terjadi, bahkan untuk hal ini Allah SWT berfirman: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, “Bilakah terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada Sisi Tuhan-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba” (Q.S. Al-Araf: 187)
Memang tidak ada yang tahu kapan datangnya kiamat, termasuk para Nabi. Namun dalam kitab Durratun Nasihin, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tanda-tanda datangnya kiamat, diantaranya mengepulnya asap, munculnya Dajjal dan hewan melata, munculnya matahari dari arah barat, datangnya Nabi Isa a.s., serta berkeliarannya Ya’juj-Ma’juj. Hal itu semuanya belum kita lihat hari ini. Sebagai peringatan untuk manusia, Allah SWT berfirman: Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Q.S. Al-Ahzab: 63)
Dengan demikian, kalau Nabi Muhammad SAW saja tidak tahu kapan datangnya kiamat, apalagi kita sebagai makhluk biasa. Dan sangat tidak masuk akal kalau kita lebih percaya pada ramalan suku maya dibanding firman Allah SWT.
Ingat!, kiamat pasti datang, entah esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun, yang jelas satu pertanyaan yang harus kita jawab, siapkah kita menghadapinya?
Dalam sejarah peradaban Islam, kita mengenal sebuah peristiwa yang sangat monumental, yaitu peristiwa di-isra-kan (berjalan malam dari Masjidil Haram di Makkah sampai Masjidil Aqsha di Palestina)dan di-mi’raj-kannya Nabi Muhammad SAW (Naik dari Masjidil Aqsha sampai ke sidratul Muntaha). Keotentikan peristiwa tersebut diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1 yang artinya berbunyi: ” Maha suci Dzat (Allah SWT) yang menjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) di waktu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang kami liputi dengan keberkahan di sekitarnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian keajaiban kekuasaan kami, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat”.
Sebagai umat Islam, tentunya kita wajib mempercayai peristiwa tersebut karena walau bagaimanapun Allah SWT mempunyai kekuasaan penuh untuk menggerakan makhluk-Nya, kapanpun dan dimanapun karena kita tahu Allah SWT mempunyai sifat Kudrat.
Karena peristiwa tersebut terjadi bulan Rajab, maka bulan Rajab ini kemudian menjadi salah satu bulan penting. Nabi pernah bersabda:” Bahwasanya Rajab itu bulan Allah, Sya’ban bagiku dan Ramadhan bagi umatku”.
Dalam kitab Durratun Nasihin diceritakan ada seorang wanita di Baitul Muqaddas yang taat beribadah kepada Allah SWT, setiap bulan Rajab tiba ia selalu menyambutnya dan memulyakannya dengan membaca Al-Qur’an, pakaian kebesarannya ia tanggalkan dan digantinya dengan pakaian khusus walau lebih sederhana dari biasanya. Pada suatu bulan Rajab, ia jatuh sakit dan meninggalkan pesan buat putranya agar jika dirinya meninggal nanti dikafani dengan pakaian khusus tersebut. Namun putranya sedikit gengsi, mayat ibunya tersebut dibungkus dengan kain kafan yang lain dan lebih bagus. Maka di malam harinya ia bermimpi ditemui oleh ibunya dan berkata: “ Hai puteraku, kenapa engkau abaikan pesanku, sungguh aku tidak rela kepadamu”. Maka ia pun bangun dan terkejut bercampur rasa takut, akhirnya ia memutuskan untuk menggali kembali makam ibunya. Namun setelah digali, mayat ibunya ternyata sudah hilang hingga ia bingung, menangis dan menyesalinya, dan ketika itu pula terdengar suara yang berbunyi: “Ketahuilah, bahwa orang yang selalu mengagungkan bulan kami, yaitu bulan Rajab, ia tidak mungkin dibiarkan kesepian, menyendiri di dalam kubur”.
Isra Mi’raj dan Perjuangan Hidup Manusia
Oleh-oleh terbesar yang dibawa Nabi Muhammad SAW dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut adalah disyari’atkannya Shalat lima waktu. Sepintas muncul pertanyaan kenapa Allah SWT ‘repot –repot’ menyuruh Nabi berjalan dan naik ke Sidratul Muntaha hanya untuk memerintahkan Shalat, bukankah Allah SWT sangat berkuasa untuk menyampaikannya secara langsung atau lewat malaikat Jibril seperti perintah-perintah yang lain, terlebih kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalah makhluk kesayangan-Nya.
Hal ini menggambarkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa hidup ini adalah perjuangan, kita diajarkan untuk menyusuri dan menaiki tangga kehidupan layaknya Nabi berjalan dan naik ke Sidratul Muntaha, dan terjadi di malam hari menggambarkan bahwa sebesar apapun rintangan kehidupan yang kita hadapi harus dihadapi dengan penuh semangat dan rasa optimis.
Pada awalnya, shalat lima waktu yang saat ini wajib kita kerjakan adalah lima puluh waktu, tidak ada sedikitpun protes yang disampaikan Nabi kepada Allah SWT, mungkin tidak seperti kebanyakan manusia yang lebih banyak protes atau mengeluh dibanding kataatan dan ibadahnya. Kita bisa bayangkan kalau dalam sehari kita diwajibkan mengerjakan shalat sebanyak lima puluh waktu, maka dalam satu jam rata-rata kita mengerjakan dua kali shalat wajib, namun sedikitpun Nabi tidak protes terhadap perintah tersebut.
Baru setelah mendapat masukan dari para Nabi yang saat itu sempat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW bahwa umat akhir zaman tidak akan sekuat umat sebelumnya, maka dengan kebijaksanaannya Nabi Muhammad SAW mengajukan pengurangan waktu shalat kepada Allah SWT yang akhirnya menjadi lima waktu. Hal ini pun mengambarkan kepada kita betapa Allah SWT Maha Bijaksana dan Maha Menyayangi hamba-Nya.
Jika setelah dikurangi saja kita masih sering meninggalkan Shalat, maka sebagai seorang hamba sungguhlah keterlaluan bahkan bisa dikatagorikan tidak menghormati perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika meminta pengurangan waktu tersebut, bahkan lebih jauh bisa masuk katagori tidak menghormati peristiwa Isra Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, Naudzubillahi min zalik.
Beberapa Peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika Isra Mi’raj 1. Nabi menghirup udara yang sangat harum, lalu Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril yang menemani perjalannya: “Wahai Jibril, wangi apakah ini?”. Jibril menjawab: “Ini adalah wanginya kuburan Siti Masitoh yang rela mengorbankan nyawanya dan nyawa anaknya yang masih bayi dengan dimasukan kedalam kuali panas oleh Fir’aun hanya karena mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT. 2. Nabi melihat sebuah kaum yang memukul-mukul kepalanya sendiri sampai hancur dan setelah hancur kembali lagi kebentuk semula, demikian selanjutnya. Nabi bertanya: Wahai Jibril, siapakah mereka?” Jibril menjawab: “Mereka adalah kaum yang keras kepala, dan tidak pernah mau mengerajakan shalat fardhu”. 3. Nabi melihat ada sebuah kaum yang berjalan digiring seperti digiringnya binatang sambil memakan kotoran ahli neraka. Malaikat jibril menjelaskan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa mereka itu adalah orang kaya yang tidak pernah mau bersedekah. 4. Nabi melihat suatu kaum yang memakan daging mentah dan busuk padahal di sana ada daging yang baik dan sudah masak. Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril : “Siapa mereka wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah umatmu yang suka berzina pada hal mereka mempunyai istri yang halal”. 5. Ketika diperjalanan Nabi menemukan sebuah dahan kayu berduri yang melintang di jalan sehingga orang tidak bisa melalui jalan tersebut. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa hal tersebut adalah gambaran manusia yang suka membegal atau menghalangi perjalanan. Dan juga menggambarkan orang yang menjadi penghalang orang lain untuk beribadah. 6. Nabi pernah melihat seorang laki-laki yang berenang di sungai darah sambil mengulum batu di mulutnya, Malaikat Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah orang yang suka memakan riba. 7. Nabi Menjumpai kaum yang terus menerus mengumpulkan kayu untuk dipikulnya, namun kayu tersebut tidak terpikul karena terus ditambahkannya. Malaikat Jibril menggambarkan mereka adalah orang yang mempunyai amanah tapi tidak menjalankannya dengan benar. 8. Nabi melihat kaum yang terus menurus memotong lidahnya, karena lidahnya tersebut terus menjulur. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah gambaran orang yang suka memfitnah dan ‘mengadu domba’ orang lain. 9. Nabi melihat ada kaum yang kukunya panjang dari tembaga, lalu mereka menyakar-nyakar muka dan dadanya. Mereka adalah gambaran orang yang suka mengumpat dan suka menceritakan aib orang lain. Orang seperti ini biasa sebagai orang yang memakan daging saudaranya sendiri.
Referensi: 1. Abu H.F. Ramadlan, BA. Tarjamah Durratun Nasihin. PT. Mahkota. Surabaya. 1987 2. H. Abdullah Syafi’i. Hikayat Isra Mi’raj Jakarta.
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
Dalam riwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah)
Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.
Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.
Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini. ( www.islamicmedicine.org
Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali berbicara dan setiap kali dia hendak memulai suatu pekerjaan. Sementara, suaminya tidak suka dengan sikap isterinya, dan dia sentiasa memperolok-olokkan isterinya dengan berkata: "Dikit-dikit Bismillah, Dikit-dikit Bismillah." Namun, isterinya justru berdo'a supaya Allah S.W.T. memberikan hidayah kepada suaminya. Dengan nada jengkel suaminya bergumam: "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu." Untuk menjerat isterinya tersebut, dia memberikan uang yang banyak dan berkata, "Simpan uang ini." Isterinya mengambil uang itu dan menyimpannya di tempat yang aman. Kemudian dengan sembunyi-sembunyi suaminya itu mengambil uang tersebut dan membuangnya ke dalam sumur di belakang rumahnya.
Beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepadamu dulu." Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya, dengan berhati-hati dia menghampiri tempat penyimpanan uang itu dan dia buka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan uang ketempat semula, lalu istrinya tersebut menyerahkannya kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia merasa bersalah dan ketika itu juga dia bertaubat, mulai saat itu ia mau mengerjakan perintah Allah, dan dia juga selalu membaca Bismillah .
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri” (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an.
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154) 2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78) 3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar. Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu’ah, 62:8) 4. Kematian datang secara tiba-tiba. "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34) 5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari) Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW . Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan.“Wahai manusia !, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku. Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi. Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu. Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93) (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29) Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu. Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”. Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul maut orang-orang yang bertaqwa Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum. Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32) Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”. Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. Sumber: Kebun Hikmah